September 12, 2019

Menuju Aqil Baligh Anak, Siapkah?

Seperti tersambar petir gak sih kalau mendadak anak laki-laki kita melapor habis mimpi basah tadi malam? Atau anak perempuan kita yang kemarin masih main masak-masakan tiba-tiba panik karena keluar darah dari vaginanya padahal dia baru kelas 3 SD? Terus kita belum menyiapkan apa-apa, belum kasih tau ini-itu. Horor.

Waktu memang berjalan super cepat, sadar atau tanpa sadar. Padahal siap gak siap, punya gak punya ilmunya masa itu akan datang. Aqil harus disiapkan sebelum aqil, dan baligh harus disiapkan sebelum baligh. Yang lebih horor dari pada terlambat adalah kita sebagai orang tua gak memberi anak ilmunya sama sekali, kebayang gak dia akan tau dari mana? Kebayang gak kalau mereka gak tau cara bersuci setelah hadas besar ini, kemudian ibadahnya jadi gak diterima, dan kita kena dampak dosa jariyahnya. Krayyyy naudzubillah.

--

Kemarin saya ikut lingkaran parenting Abah Ihsan di Bintaro. Temanya tentang aqil baligh anak. Siap gak sih? Ya Enggaklah, tapi harus disiapin kan? Dan sepertinya gak cukup waktu kalau pakai sistem kebut ala anak kuliahan :|

Aqil atau Akil dalam kamus besar bahasa indonesia artinya akal/berakal atau sebutlah dewasa. Mempersiapkan kedewasaan anak lebih njelimet daripada mempersiapkan baligh (cukup umur atau kalau hasil baca di blog Okinaf, artinya kematangan fisik). Mudahlah ya insyaallah kalau mejelaskan tentang perubahan fisik atau perubahan biologis, ya karena kelihatan dan terasa ya (cth; menstruasi, tumbuh payudara, keluar rambut kasar kemaluan, suara berubah dst)

Abah Ihsan bilang ada cara cepat agar anak dewasa (PERHATIAN! Jangan terkejoed ya buibu) 1. Orang tua meninggal lebih cepat, 2. Pernikahan dini. Jederr! mau pilih yang mana?

Ohiya ini nyempil bahasan pernihakan dini sedikit ya. Abah Ihsan sih super gak setuju kalau ada pasangan menikah dengan motif menghindari zina. Helooow apakah setelah menikah gak punya peluang untuk berzina? Apakah perempuan yang kemudian disebut istri itu hanya tempat untuk menyalurkan sperma si suaminya? Jadi jangan tagih-tagih si laki-laki penyalur sperma ini untuk mengurus rumah, mengurus istri apalagi mengurus anak ya, jangan!

Baik. Balik lagi ya ke perkara aqil-baligh.

Tanda anak aqil contohnya; mendahulukan kebutuhan dari pada kesenangan, mendahulukan kepentingan bersama dari pada pribadi, berpikir apakah saya mengganggu orang lain atau tidak, apakah saya menyakiti orang lain atau tidak, gitu-gitu lah pokoknya ya. Nah teruuuus bagaimana cara agar anak (dan orang tua) siap?

1. Mengasah critical thinking - banyak ditanya, sering diskusi, bukan diceramahi doang ya buibu, tapi ngobrol dua arah gituloh. Btw anak mau berlama-lama ngobrol sama orang tua itu karena nyaman kan, kalau diomongin terus apalagi sampe 'gumoh' yah yaudalah liat muka emak/bapaknya aja udah males duluan. Saran Abah; ngobrol pakai metode orang pacaran, yaitu ngobrol gak jelas ngalor-ngidul, bukan ngobrol yang penting-penting aja (cth; nanya tugas sekolah)

2. Dilatih bertanggungjawab - anak punya tanggungjawab di keluarga, ya apa gitu yaa dari yang gampang (beresin mainannya) sampai akhirnya dia bisa mengurus dirinya sendiri (setrika baju?).

3. Mendapat ketegasan - bahwa di dunia ini baik-buruk selalu ada konsekuensinya kan, dan konsekuensi karena perbuatan buruk di dunia itu bukan diomelin (aja) tapi juga ditindak. Misal polisi menertibkan pengendara nakal, nah itu pengendara nakal bukan diomelin tapi ditilang, ditindak. Jadi kalau anak salah itu ditindak, bukan cuma diomelin, Hyaa tersentil deh.

4. Membuat batas pengasuhan - menjelaskan pada anak sampai kapan anak-anak ini akan diurusi orang tuanya. Karena anak tidak lagi disebut anak setelah lewat usia 21 tahun. Nahloh

Ohya, biasanya anak-anak mulai memasuki baligh ini kisaran usia 11 tahun, tapi makin kesini anak-anak terasa lebih cepat gak sih balighnya? Jadi bergegas, mulai latih dari sekarang!

Semoga kita bisa mempersiapkan diri dan anak-anak kita dengan baik yaaaa.

--
Terima kasih sudah membaca! :)

Untuk pengingat diri, ditulis berdasarkan hasil kajian by phone, mohon maaaf sekali jika ada ketidaksesuaian.

0 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...